Minggu, 20 Januari 2013

4 Alasan Inilah yang Bikin Seseorang Merintih & Mengerang Saat Bercinta



Jakarta, Pada kondisi tertentu seseorang kadang sampai mengeluarkan suara ketika sedang bercinta. Ada 4 alasan yang membuat orang bersuara saat berhubungan intim dengan pasangan.
Suara yang muncul ketika sedang bercinta cukup beraneka ragam mulai dari desahan, rintihan, mengerang, suara terengah-engah karena ia bernapas cepat hingga akhirnya ada yang menjerit saat berhasil mencapai orgasme.
Studi mengenai perilaku seksual perempuan yang dilakukan oleh Alfred Kinsey mengungkapkan suara yang muncul saat mencapai titik orgasme umumnya tanpa disengaja. Sedang studi laboratorium menunjukkan perempuan bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara saat bercinta.
Roy Levin, seorang ilmuwan biomedis dan seksologi mengungkapkan ada setidaknya 4 alasan yang membuat seseorang membuat suara saat berhubungan seks, seperti dikutip dari About.com, Jumat (18/1/2013) yaitu:

1. Sebagai penyampai informasi
Disadari atau tidak, suara yang muncul bisa menjadi sarana penyampai informasi tentang apa yang terjadi, seperti apa yang disuka atau tidak disukai, mendekati orgasme atau ejakulasi, serta jenis rangsangan yang berbeda. Survei menemukan memahami suara seks yang muncul bisa menjadi indikasi dari kenikmatan seksual yang dirasakan.
2. Meningkatkan gairah seksual
Suara yang muncul saat bercinta diketahui bisa meningkatkan gairah seksual terutama bagi laki-laki. Dalam survei yang melibatkan 300 partisipan diketahui laki-laki memasukkan suara seks sebagai salah satu hal yang bisa meningkatkan gairah seksual.
Sedangkan bagi perempuan suara yang muncul menempati urutan kedua dalam tingkatkan gairah seksual setelah sentuhan. Namun baik bagi laki-laki maupun perempuan, keduanya tetap menyukai suara yang muncul saat berhubungan seks.
3. Meningkatkan kenikmatan
Beberapa peneliti mengungkapkan suara yang keluar karena efek dari napas yang cepat bisa meningkatkan kenikmatan. Ketika seseorang sedang bergairah tinggi dan mendekati orgasme maka suara yang muncul akan semakin meningkatkan kenikmatan.
Tak jarang beberapa orang kadang beranggapan mulut yang sedikit terbuka dan napas yang semakin cepat akan memunculkan suara yang dapat meningkatkan pengalaman serta kenikmatan seksual.
4. Memfasilitasi sistem gairah
Para peneliti telah menunjukkan suara yang muncul berkaitan dengan kontraksi otot yang berhubungan dengan pengalaman orgasme, karena itu suara ini seringkali disebut sebagai fasilitator dari sistem gairah seks untuk mencapai orgasme.

SUMBER :http://health.detik.com/read/2013/01/18/200020/2146887/1390/4-alasan-inilah-yang-bikin-seseorang-merintih-amp-mengerang-saat-bercinta?l771108bcj.

9 Hal tentang Seks yang Perlu Diketahui

Jakarta, Pasangan yang telah menikah selama beberapa tahun mungkin merasa sudah tahu betul apa itu seks dan berbagai aspek yang menyertainya. Tapi jangan salah, biasanya semakin seseorang mengklaim tahu segalanya, sebenarnya kenyataannya malah sebaliknya.
Tak usah repot-repot, Alicia Stanton, seorang pakar obstetri/ginekologi dan penulis buku "Hormone Harmony" serta memiliki spesialisasi dalam mengobati ketidakseimbangan hormon pria dan wanita telah mengumpulkan 9 mitos tentang seks sekaligus menjawab fakta tentang mitos-mitos itu. Seperti halnya dikutip daritimesofindia, Minggu (20/1/2013) berikut ke-9 mitos itu.

Mitos #1: Ketertarikan terhadap seks akan berkurang seiring datangnya menopause
Faktanya banyak wanita yang mampu mempertahankan keseimbangan hormonnya dan tetap tertarik untuk bercinta meski telah mengalami menopause. Bahkan kehamilan dan menstruasi bukan lagi halangan selama spontanitas masih dimiliki kedua pasangan.
Tak hanya itu, orang yang telah mengalami menopause biasanya jauh lebih percaya diri dan tahu betul apa yang mereka inginkan jadi aktivitas bercintanya bisa jauh lebih baik dari sebelumnya.
Mitos #2: Satu-satunya hormon yang penting bagi libido adalah testosterone
Padahal meski testosterone memang berperan penting untuk memunculkan libido dan fungsi seksual baik bagi pria maupun wanita, ada hormon lain yang juga diperlukan untuk itu yaitu estrogen, terutama untuk menimbulkan gairah seksual bagi pria dan wanita. Begitu juga dengan kortisol dalam kadar tinggi.
Mitos #3: Jika Anda benar-benar jatuh cinta, gairah seksual dan libido tinggi akan datang dengan mudah
Nyatanya agar memiliki koneksi yang kuat dengan pasangan, seseorang membutuhkan banyak waktu, energi dan perhatian untuk memupuknya. Fokuskan saja perhatian Anda pada pasangan dan apapun yang menurutnya menarik harus menjadi prioritas Anda. Dari situlah Anda akan menemukan cara-cara baru untuk selalu terhubung dan tertarik padanya.
Mitos #4: Jika Anda sehat maka Anda akan menginginkan seks sepanjang waktu
Ada berbagai jenis hasrat seksual atau tingkatan libido. Tapi satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki jumlah seks yang 'tepat' adalah jika Anda dan pasangan merasa bahagia dengan kadar aktivitas seksual yang Anda lakukan sekarang. Tak perlu repot-repot juga membandingkannya dengan orang lain.
Mitos #5: Jika Anda klop dengan pasangan, Anda tak perlu mengatakan apa yang Anda butuhkan
Bahkan jika Anda dan pasangan belum pernah berdiskusi tentang hal-hal berbau seksual sekalipun, akan lebih baik jika hal ini mulai dibicarakan. Hal ini sangat penting, terutama jika Anda dan pasangan memasuki fase baru dalam hidup seperti kelahiran anak, menopause atau andropause (menopause pada pria).
Jadi ketika Anda menyadari tubuh maupun gairah seksual Anda berubah, pastikan pasangan mengetahuinya. Selain itu, ingatlah bahwa mengkomunikasikan tentang berbagai hal intim dapat meningkatkan pengalaman seksual Anda berdua.
Mitos #6: Organ seks yang terpenting adalah alat kelamin
Meski bagian tubuh yang satu itu sangat menyenangkan tapi sebenarnya organ seks terbesar pada manusia adalah otaknya. Sebab dengan otak, Anda selalu memiliki kemampuan untuk memilih apa yang ingin Anda rasakan dan pikirkan tentang seks serta seksualitas Anda.
Padahal apa yang seorang pria atau wanita rasakan terhadap dirinya sendiri bisa jadi afrodisiak yang luar biasa, apalagi jika Anda merasa tertarik dengan diri sendiri. Hal ini akan menular pada pasangan sehingga si dia akan merasa Anda begitu menarik.
Mitos #7: Jika Anda tak punya pasangan, libido itu tidak diperlukan
Yang benar mencintai diri sendiri itu penting. Jadi meski Anda tidak memiliki pasangan, merasa sensual dan diinginkan akan menambah gairah pada berbagai aspek hidup Anda. Hanya saja Anda butuh banyak belajar tentang apa yang merangsang Anda dan potensi apa dari diri Anda yang akan membuat calon pasangan terangsang.
Untuk itulah belajar 'menyenangkan' diri sendiri adalah kemampuan yang perlu Anda miliki agar nantinya Anda bisa menikmatinya sekaligus dapat diajarkan pada pasangan untuk menambah semaraknya aktivitas seks Anda.
Mitos #8: Cuma wanita yang mengalami rendahnya libido
Kendati libido rendah banyak ditemukan pada wanita, tapi sebenarnya hal ini juga terjadi pada pria. Penyebabnya bisa jadi konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, stres, ketidakseimbangan hormon (seperti rendahnya testosterone), penggunaan narkoba, tumor otak, diabetes hingga penyakit berbahaya seperti kanker.
Mitos #9: Masalah hormon adalah satu-satunya penyebab rendahnya libido wanita
Ketidakseimbangan hormon bisa berupa estrogen rendah, testosterone rendah, hipotiroidisme dan tingginya kortisol akibat stres tapi ada juga penyebab lainnya. Gangguan fisik seperti nyeri pada vulva atau vagina maupun kekeringan vagina juga dapat meningkatkan frustasi dan menurunkan libido.

Prosedur operasi atau penyakit seperti kanker, diabetes, tekanan darah tinggi dan arthritis, masalah hubungan, masalah psikologis (termasuk depresi), konsumsi alkohol, merokok dan gangguan berat badan juga salah satu di antaranya.

SUMBER :http://health.detik.com/read/2013/01/20/162607/2147660/1390/9-hal-tentang-seks-yang-perlu-diketahui